Sunday, June 27, 2010

Obligasi (21/06/2010)

Adalah

- syarat hutang jangka panjang (lebih dari 1 tahun )

- surat berharga yang dapat diperdagangkan

Penerbit obligasi :

- Pemerintah : ORI, SUN, SUKUK

- Perusahaan swasta : Astra

Komponen obligasi:

  1. Nilai nominal obligasi.

Menunjukan besar hutang penerbit pada pemegang saham obligasi. Jika perusahaan menerbitkan obligasi, berarti yang meminjam uang perusahaan, yang meminjam uang adalah investor yang membeli obligasi.

  1. Kupon obligasi

Tingkat keuntungan yang akan diberikan penerbit pada investor, di bayar setiap periode.

Bisa dinyatakan dalam % maupun nominal (Rp)

Nominal (Rp)= % kupon x Nominal

  1. Jatuh tempo

Berapapun angkanya selalu dibatasi waktu .

  1. Tingkat keuntungan yang di syaratkan investor

Minimal sama dengan tingkat bunga pasar, karena investor punya infestasi di banyak tempat.

  1. Rating Obigasi

o Menunjukan kualitas obligasi (dilihat dari kinerja perusahaan / pihak yang menerbitkan obligasi)

Semakin baik, semakin menarik investor untuk membeli obligasi.

o Menunjukan tingkat resiko (kinerja tidak bagus, resiko perusahaan semakin tinggi)

Kualitas > , resiko <

Kualitas < , resiko >

Yang memberi rating (perating) :

- Lembaga independent

- Pefindo ( lokal )

- S & P , moodys ( internasional )

  1. YTM (yield to Maturity)

Tingkat keuntungan yang akan diperoleh investor jika memiliki obligasi sampai saat jatuh tempo.

Hubungan antara kupon (%), KD, dan harga obligasi (Po)

  1. Jika kupon (%) =kD -> Po= Nominal ->PAR BOND
  2. Jika kupon (%) >kD -> Po> Nominal -> PREMIUM BOND
  3. Jika kupon (%) -> Po<>-> DISCOUNT BOND

Saat menghitung obligasi, sudut pandangnya investor, bukan perusahaan.

Penilaian / menghitung harga obligasi :

  1. Konsep PV

- multiple cash flows ( diperoleh dari kupon obligasi )

- ada batas waktu.

No comments:

Post a Comment