Adalah
- syarat hutang jangka panjang (lebih dari 1 tahun )
- surat berharga yang dapat diperdagangkan
Penerbit obligasi :
- Pemerintah : ORI, SUN, SUKUK
- Perusahaan swasta : Astra
Komponen obligasi:
- Nilai nominal obligasi.
Menunjukan besar hutang penerbit pada pemegang saham obligasi. Jika perusahaan menerbitkan obligasi, berarti yang meminjam uang perusahaan, yang meminjam uang adalah investor yang membeli obligasi.
- Kupon obligasi
Tingkat keuntungan yang akan diberikan penerbit pada investor, di bayar setiap periode.
Bisa dinyatakan dalam % maupun nominal (Rp)
Nominal (Rp)= % kupon x Nominal
- Jatuh tempo
Berapapun angkanya selalu dibatasi waktu .
- Tingkat keuntungan yang di syaratkan investor
Minimal sama dengan tingkat bunga pasar, karena investor punya infestasi di banyak tempat.
- Rating Obigasi
o Menunjukan kualitas obligasi (dilihat dari kinerja perusahaan / pihak yang menerbitkan obligasi)
Semakin baik, semakin menarik investor untuk membeli obligasi.
o Menunjukan tingkat resiko (kinerja tidak bagus, resiko perusahaan semakin tinggi)
Kualitas > , resiko <
Kualitas < , resiko >
Yang memberi rating (perating) :
- Lembaga independent
- Pefindo ( lokal )
- S & P , moodys ( internasional )
- YTM (yield to Maturity)
Tingkat keuntungan yang akan diperoleh investor jika memiliki obligasi sampai saat jatuh tempo.
Hubungan antara kupon (%), KD, dan harga obligasi (Po)
- Jika kupon (%) =kD -> Po= Nominal ->PAR BOND
- Jika kupon (%) >kD -> Po> Nominal -> PREMIUM BOND
- Jika kupon (%)
-> Po<>-> DISCOUNT BOND
Saat menghitung obligasi, sudut pandangnya investor, bukan perusahaan.
Penilaian / menghitung harga obligasi :
- Konsep PV
- multiple cash flows ( diperoleh dari kupon obligasi )
- ada batas waktu.
No comments:
Post a Comment